Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, January 11, 2011

bagaimana kalau bumi tenggelam ?

Di era globalisasi ini, isu akan pemanasan global semakin marak. Bagaimana tidak, suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Berdasarkan data dari Pusat Data Iklim Nasional NOAA (Badan Urusan Kelautan dan Atmosfir Amerika Serikat) tahun 2010 luas dataran es di Kutub Utara tinggal sekitar 14,7 juta kilometer persegi. Ini merupakan dampak dari pemanasan global (global warming). Dampak yang paling berbahaya adalah naiknya permukaan air laut akibat melelehnya es di kutub utara dan selatan. Kalau ini terjadi terus - menerus, maka bukan tidak mungkin ini bisa menyebabkan bumi tenggelam.

Pemanasan global adalah kemarahan bumi akan penghuninya, yaitu kita sebagai manusia. Masing - masing dari kita harus memulai dari hal - hal terkecil, seperti menanam tumbuhan di sekitar rumah, menjaga lingkungan sekitar, menghemat energi listrik PLN karena dengan menghemat listrik maka akan mengurangi polusi udara dari penggerak diesel, dan kemudian mengurangi frekuensi kendaraan bermotor akan hal - hal yang tidak penting, seperti JJS. Pernahkah terbayangkan oleh kita kalau akan terjadi banjir besar di bumi ?
Bicara mengenai banjir besar, maka kita akan teringat pada zaman Nabi Nuh yang membuat kapal, banjir besar mampu menghancurkan peradaban manusia. Jika banjir besar itu terjadi, maka perkiraan bumi akan tenggelam akan terlihat seperti ini :










Semoga hal ini tidak terjadi secepatnya. Karena gak mungkin kalau kita hidup di bawah air. itu mustahil. Perubahan itu dimulai dari diri kita masing - masing. Untuk itu, selamatkan bumi mulai dari sekarang. Jika kita tidak mengambil langkah-langkah positif terhadap pemanasan global saat ini, maka setiap dari kita mungkin akan menjadi pengungsi cuaca.



Monday, December 20, 2010

saat yang tepat untuk putus

CINTA tak selamanya abadi, terkadang kita harus memutuskan untuk putus di tengah jalan. Penyebabnya ? banyak. Kebanyakan dari pasangan masih belum sadar bahwa pertengkaran yang hebat merupakan ‘batas’ yang terbaik untuk mengucapkan “selamat tinggal” kepada pasangan. Jangan terlalu dipaksakan kalau memang sudah tidak ada rasa dan saling menghargai antar sesama.

Tapi seringkali kita terus-menerus memberi kesempatan baginya untuk berubah, dan kita kembali sadar bahwa tidak ada perubahan padanya. Namun ada saat - saat yang tepat untuk mengakhirinya, di saat :

Perbedaan yang begitu besar

Jika hanya ada perbedaan tentang film atau makanan, itu normal. Tapi bagaimana jika menyangkut keputusan yang penting?

Misalnya si dia terlalu mengatur kita dan keinginannya harus tercapai sementara si dia tidak menghiraukan apa yang kita mau.

Perlu diketahui bahwa kita tidak dapat mengubah seseorang, kecuali mereka ingin berubah sendiri dari dalam hati, dan jika kita secara fundamental tidak setuju pada satu masalah, kemungkinannya adalah masalah bukannya selesai tapi malah menjadi masalah yang besar dan berlangsung makin buruk.

Bertengkar setiap saat

Makin sering bertengkar, makin sering juga kita dongkol, lalu melakukan masa hubungan layangan (baikan-marahan), atau saat dia mengatakan sesuatu yang kasar pada kita, itulah saat yang tepat untuk melupakannya dan memendam dalam-  dalam sedalam mungkin.

Lebih baik kita mengalaminya saat masih pacaran dari pada saat telah menikah. Di mana anda akan menghabiskan banyak waktu untuk hal - hal negatif, ketimbang mengalami kebahagiaan pernikahan, saatnya memikirkan ulang kemana tujuan hubungan anda.

Hilangnya getaran cinta

Ketertarikan pada seseorang bukanlah segalanya, tapi merupakan syarat paling penting. Jika perasaan Anda mengatakan sudah saatnya berhenti, maka sebaiknya ikuti hati kecil kita yang paling dalam sebelum terjadi hal - hal yang lebih menyakitkan dan menyiksa hati.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...